CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Want to find something in my blog???

Kamis, Februari 14, 2008

Forgotten Java Cultural


Hari Valentine (menurut orang sekarang) adalah hari kasih sayang yang identik dengan Cokelat , Gambar Hati / Love , dan Warna merah muda (in english Pink, in Java Jambon). Di hari itu banyak muda-mudi yang saling memberi cokelat dan hadiah Valentine lainnya. Padahal Valentine bukan berasal dari Jawa apalagi Indonesia, melainkan budaya asing. Mengapa kita begitu menyenangi budaya asing daripada budaya Negeri kita sendiri?

Q mau menerangkan tentang suatu budaya asli Jawa yang terlupakan yaitu budaya “Syadran”. Budaya Syadran yaitu budaya untuk mengirim berkat (nasi beserta lauk-pauk) kepada anggota keluarga di bulan Sya’ban dengan tujuan untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga. Q mengetahui budaya ini beberapa bulan yang lalu (bulan Sya’ban) saat bapak-Q mengeluhkan tentang hilangnya budaya “Syadran” yang dulu saat beliau kecil masih ada.
Budaya ini serupa dengan Valentine tapi tak sama. Jika Valentine memberi cokelat kepada seseorang yang dikasihinya dengan tujuan agar kekasihnya tidak berpaling , kalau Syadran memberi berkat kepada anggota keluarganya agar hubungan antar anggota keluarga dapat berjalan.

Q sebagai anak orang Jawa (Indonesia tentunya) sangat merasa kehilangan budaya asli Jawa. Hati-Q merasa miris melihat banyak orang (Jawa) meninggalkan budaya mereka sendiri. Mereka seperti melupakan Tarian Jawa dan menggantinya dengan Dangdut, seperti melupakan Lagu Jawa (Macapat) dan menggantinya dengan lagu asing, seperti melupakan Musik Jawa (Keroncong & Gamelan) dan menggantinya dengan Musik Rock, seperti melupakan Pakaian Jawa dan menggantinya dengan pakaian Mode, seperti melupakan bahasa Jawa dan menggantinya dengan bahasa Gaul, seperti melupakan wayang kulit dan menggantinya dengan tontonan yang kurang berkelas.
Q rindu melihat tarian Jawa, menyanyikan (nembang) macapat, mendengarkan musik keroncong, mengenakan pakaian Jawa, dan berbahasa Jawa, dan menonton Wayang kulit.
Q ingin berpesan kepada Java Man (Orang Jawa) agar jangan melupakan tarian, lagu, musik, pakaian, dan bahasa Jawa. Karena jika kita melupakan budaya kita tersebut maka bangsa lain akan mengambil budaya kita yang luhur ini budaya yang mulia dan budaya yang asli.

Semoga di masa yang akan datang Q dapat melihat wajah “BUDAYA JAWA YANG MULAI TERLUPAKAN” dan Q bertekad untuk melestarikan “BUDAYA JAWA” karena Q orang Jawa, Q akan berjuang layaknya para pejuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia, dan merebut kembali “kemerdekaan” budaya Jawa yang mulai terlupakan.

1 komentar:

Megawati mengatakan...

waaaaaaaaaaaaa...menarik bgt!!!!
love indonesian's culture so muchhh!!
merdeka!!!!